Kamis, 27 November 2014

DHAWUH IMAM JAMAAH (22 NOVEMBER 2014/ 22 ASH-SHODIQ 02 MHD)

(Harap dibaca dengan seksama) 
KEBUTUHAN PEMBIASAAN POSITIF YANG ILAHIYAH GUNA MEWUJUDKAN 
KESADARAN UMMATAN WASATHAN. UMMAT BERWASITHAH TERWUJUDNYA 
KEBERSAMAAN, KEKELUARGAAN, KEKOMPAKAN DENGAN LAKU SABAR, 
TAWAKKAL, ISTIQOMAH DAN TUMAKNINAH. PEMBIASAAN PERILAKU SIFAT 
BERPIKIR TINDAKAN DAN WATAK GUNA KESIAPAN-KESIAPAN DIPERLUKAN 
“KEDEPAN”. 


Inti pendidikan adalah mendidik diri melatih diri. Ruhnya ada pada pembentukan adab dan akhlak. Anda menjalankan tertib syareat itu adalah adab. Anda sholat itu adalah adab anda jamaah itu adalah adab. Anda menjalankan perintah Allah itu adalah adab. Anda menjalankan dhawuh Guru itu adalah adab. Kita menjalankan apa saja aktifitas apa saja supaya tetap terjaga dalam niatan nderek Guru ndukung Guru mbela Guru dan dihubung-hubungkan dengan Dhawuh Guru itu semua adalah adab. Kita membangun kebersamaan kekeluargaan guyub rukun itu adalah  adab. Kita membangun akhlak itu adalah adab. 

ADAB ADALAH KEPRIBADIAN "MURID" ORANG-ORANG  YANG KUAT DALAM NIAT DAN TEKAD MEMPROSES DIRI KEMBALI  KEPADA TUHAN-NYA HINGGA SELAMAT MENYATAKAN KEBAHAGIAAN YANG SESUNGGUHNYA DAN ILAHIYAH. LAKU SELAMAT LAHIR DAN BATIN. 

Membangun kekeluargaan,  kebersamaan yang kompak,  yang guyub,  yang rukun harmonisasi sosial lingkungan komunikasi yang komunikatif itu adalah akhlak. Anda pandai mengalah itu adalah akhlak. Anda ingat mengingatkan itu adalah adab. Anda menghormati sesama itu adalah akhlak. Anda uluk salam memberi salam kepada  yang  lain itu adalah akhlak sekaligus adab. Anda menegur untuk kebaikan itu  adalah  adab. Anda mencari kalimat redaksi  yang  tidak menyakitkan bagi  yang lain saat mengingatkan itu adalah akhlak. Anda membantu kesulitan saudaranya itu adalah adab. Anda bilang permisi saat lewat apalagi di hadapan yang lebih sepuh itu adalah  akhlak. Anda meninggalkan ruangan pertemuan itu  akhlak. Anda pamit meninggalkan pertemuan dengan Guru Wasithah itu  adalah  adab.  Anda memperhatikan program dhawuh Guru apalagi berusaha memahami menyelami itu adalah adab.  ADAB DAN AKHLAK  pemberdaya dalam MENAJAMKAN KECERDASAN "KETUHANAN" KESADARAN TENTANG DIRI. HAKEKAT DIRI. 

INILAH RUH KEKELUARGAAN DALAM KEORGANISASIAN DHAWUH GURU. KARENA ADAB DAN AKHLAK ADALAH PERWUJUDAN USAHA MENANGGALKAN KE-EGOAN DAN KEAKUAN. MENUJU PTSA.   

Ruh dari kepedulian operasional adalah respon  respek dan tanggap serta peduli. Pun dalam membangun kecerdasan diri memberdayakan diri. Dimulai dari "kesadaran dengan tafakkur mengenai hakekat diri" penyelaman makna dan nilai. 

Selami dhawuh Guru dan tulisannya apalagi petunjuk teknisnya. Supaya tidak terkungkung pada kekakuan sehingga melihat peluang besar  yang  terwujud dalam kreatifitas. Pembebasan dari kungkungan nafsu ego dan keakuan. 

Pembebasan dari kungkungan nafsu ego dan keakuan. 
TANPA DENGAN  ADAB DAN AKHLAK MAKA BEBARENGAN, KEBERSAMAAN, KEKELUARGAAN MUSTAHIL TERBANGUN HARMONISASI. TANPA PEDULI, RESPON,  RESPEK MUSTAHIL PEMBERDAYAAN DAN KESADARAN DIRI TERWUJUD, KECUALI HANYA KONSEP DAN PENGOMONG. SESEORANG YANG TIDAK MEMILIKI KEPEDULIAN RESPON DAN RESPEK SERTA AKTIFITASNYA HANYA MELULU JIKA DIRINYA TERLIBAT, TERTULIS, DAN JIKA TERPERHATIKAN, MAKA INI PERILAKU NIFAQ.  SIAP-SIAPLAH MENJADI MUNAFIK. 

Perilaku nifaq menuju munafik. 
Perilaku fasad menuju fasiq. 
Bangun kesadaran dari dalam diri. 
Posisikan diri untuk memiliki keinginan pemberdayaan diri dengan  memiliki sikap kepedulian, respon dan respek. 

Orang lain sungguh bersifat menolong dan membantu ANDA. JIKA DARI DALAM DIRI TIDAK ADA KEINGINAN MEMPERBAIKI DIRI DAN MEMBERDAYAKAN DIRI MAKA JADWAL DAN AGENDA TIDAK AKAN DAPAT DISELAMI DENGAN BAIK. DIANGGAP SAMBIL LALU. SEHINGGA MASIH BERTANYA  "Boleh saya sholat kesiangan? atau Bolehkah  saya melakukan aktifitas-aktifitas namun di luar agenda dan jadwal? atau Bolehkah  saya tidak sholat tidak beraktifitas karena lebih suka aktifitas yang lain yang membolehkan kebebasan nafsiyah?” Menuju sifat TAGHUT. 

Permisalan.  Biasakanlah bangun pagi kemudian segeralah beraktifitas.  Lakukan sholat  subuh pada  waktunya. Usahakan berjamaah. Satu MINGGU ADA 7 HARI. JIKA DALAM SATU MINGGU 1-2 KALI MAKA "DIRI"nya sendiri DAPAT MEMAKLUMI. JIKA 3-5 KALI  memposisilah WASPADAI. JIKA  SATU MINGGU SAMA SEKALI TELAT KESIANGAN, ITU TELAH MENDZOLIMI DIRI. Segera ambil langkah penyembuhan. SEBAB  INI ARTINYA TIDAK ADA USAHA DAN IKHTIYAR SUPAYA  LEBIH BAIK  DAN  TELAH  MELEPAS PELUANG  PENGEMBANGAN POTENSI, PEMBERDAYAAN DIRI. 

MARI KITA AJAK DIRI KITA MASING-MASING. DIMULAI DARI  MAU MEMAKSA DIRI UNTUK "MASUK" DALAM NILAI IBADAH.  IBADAH ADALAH KORELASI ANTARA ABID DENGAN MAKBUD. IBADAH ADALAH BERKAITAN DENGAN PEMOSISIAN NIAT TEKAD DAN TUJUAN. IBADAH ADALAH KORELASI ANTARA ABID DENGAN MAKBUD. ANTARA HAMBA  DENGAN  SANG TUAN. HAMBA  ADALAH  MANUSIA  YANG DALAM IKATAN "PERSAKSIAN"  DENGAN  SANG TUAN. SESIAPA  YANG  BAIAT PADA "KAMU" SAMA DENGAN BAIAT KEPADA ALLAH SENDIRI. 

IBADAH  ADALAH  BERKAITAN  DENGAN  PEMOSISIAN NIAT TEKAD DAN TUJUAN. ABID ADALAH MURID, MAKBUD ADALAH TUHAN SENDIRI YANG  MPUNYA NAMA ALLAH. Hanya saja karena Tuhan tidak menampak di muka bumi maka membuat wakil. Yaitu GURU WASITHAH.  

DAN SEMUA ITU MEMERLUKAN REALISASI KENYATAAN DALAM NIAT TEKAD DAN TUJUAN YANG BENAR DAN PENAR. PRAKTEK PEMBUKTIAN "ATSAR SUJUD" DALAM REALISASI PRAKTEK PERNYATAAN KENYATAAN DALAM NIAT TEKAD TUJUAN PEMBUKTIAN REALISASI AKTIFITAS KEGIATAN, KREATIFITAS INOVASITAS YANG LANGSUNG DENGAN SAUDARANYA, WEWENGKON GURU, PROJO GURU DALAM SOSIAL MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN  SEKITARNYA. 

Kembangkan dalam bentuk-bentuk dan wujud aktifitas dan kegiatan yang lainnya. Pentafakuran pada jenis dan bentuk lain di kreatifi dalam pengembangannya. Seumpama Jika seorang dokter telah memberikan obat, kemudian dokter meminta untuk masing-masing obat diminum 3 kali setiap hari, pagi, siang dan sore hari. Kemudian kita usul ngomong ke dokter, dokter karena kalau pagi dan siang saya tidak bisa meminum obat karena pasti masih tidur maka bolehkah saya meminum sekaligus di sore hari saja langsung 9 biji?. Ini namanya memaksakan kehendak diri. 

Mestinya diterima saja dan jika ingin sembuh ikuti saja petunjuk itu. Yang perlu dikreatifi adalah bagaimana untuk mengatasi supaya tidak tertidur di pagi dan siang hari. Yang dikreatifi bagaimana supaya obat bisa masuk ke perut kalau tidak bisa dengan air maka dengan pisang, jika tidak bisa dengan air dan pisang maka dengan bubur dicampur dengan nasi. Yang dikreatifi kalau tidak bisa bangun pagi dan siang maka minta bantuan untuk membangunkan, atau beli alarm khusus atau menyewa konsultan pembangun badan. Membangun komunikasi dan koordinasi.  Yang dikreatifi share tukar pendapat minta masukan musyawarah rapat pertemuan-pertemuan atas masalah yang dihadapi tersebut. 

Demikian semoga mendapat berberan berkah sawab pangestu Guru Wasithah. 



Sabtu, 31 Mei 2014

SEBERAPA BESAR WADAH YANG KAU PUNYA ???


Suatu ketika hiduplah seorang tua bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang pemuda sedang dirudung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air mukanya ruwet. Tamu itu memang tampak seperti orang yg tak bahagia.
Tanpa membuang waktu orang itu langsung menceritakan semua masalahnya. Pak tua bijak hanya mendengarkan dengan seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air.
Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan."Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya", ujar pak tua."Pahit, pahit sekali", jawab tamu sambil meludah ke samping. Pak tua itu sedikit tersenyum.
Ia lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingandan akhirnya sampai ke tepi telaga yang tenang itu. Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya."Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah."Saat tamu itu mereguk air itu,
Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya, "Bagaimana rasanya?""Segar", sahut tamu."Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu?" tanya pak tua."Tidak," sahut tamu itu.
Dengan bijak pak tua itu menepuk punggung si anak muda, ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.
"Anak muda, dengarlah : pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung dari hati kita sendiri. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yang kamu dapat lakukan, lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Posted by:
Ust. Bambang Wahyu HD @ ATiga

Catatan Tentang Hal-Hal terkait dengan Kitab Musasar (Joyoboyo)


1. Ada bencana yang dahsyat (bait 26).

2. Kemudian kelak akan datang Tanjung Putih Semune Pudak Kasungsang. Lahir di bumi Mekah. Menjadi raja di dunia, bergelar Ratu Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nakhoda ikut ke dalam persidangan (bait 27).

3. Muncullah Raja sekaligus Waliullah
Orang yang dimaksud merupakan Islam sejati, sudah makom Ma’rifat Mukasyafah, serta berciri khusus terdapat andheng-andheng (tahi lalat) segi tiga yang jelas sangat kelihatan (“dingklik”) “sanalika iku wong Jawa akeh kang tesmak bathok, senajan mlorok ora ndelok, andheng-andheng dingklik”. Pemimpin tersebut akan mampu memimpin nusantara ini dengan baik, adil dan membawa kepada kesejahteraan rakyat, serta menjadikan nusantara sebagai “barometer dunia” (istilah Bung Karno : “Negara mercusuar”).
Saya mencoba menelusuri alat-alatnya yang menandai datangnya Sang Ratu Adil pada serat Jangka Jayabaya/catursabda, Pethikan Seratan Tangan Kangge Sambetan Jangka Triwikrama :
”.. Kulup ingsun mangsit marang sira … sanalika iku wong Jawa akeh kang tesmak bathok, senajan mlorok ora ndelok, andheng-andheng dingklik. Lah ing kono kulup, ora suwe bakal katon alat-alate kang minangka dadi cacaloning Sang Ratu Adil Panetep Panata Agama Kalipatullah”
”…. mung gegamane bae golekana kongsi katemu ”.
Kemudian kita simak serat Paweling (Peringatan), sebagai berikut :
”Nanging piweling ingsun, diawas dieling, jejegna imanira, turuten gustinira ratu adil panetep panata gama. Golekana gegamane sing nganti ketemu, turuten dalane, ngetutburia saparane..”,
Pada syair tersebut, Jangka Jayabaya memberikan pesan/paweling, agar kita selalu waspada dan ingat kepada Tuhannya, tegakan iman, jadilah pengikut Ratu Adil Panetep Panata gama, dan kita diminta untuk mencari ”senjatanya” sampai ketemu.
Kitab Musarar Jayabaya, Bait 159
“Se lelet-lelete yen mbesuk ngancik tutup tahun sinungkalan dewa wolu, ngasto manggalaning ratu, bakal ana dewa ngejawantah apengawak manungsa, apasuryan padha Bethara Kresna, awewatak Baladewa, agegaman Trisula Wedha. Jinejer wolak-waliking jaman, wong nyilih mbalekake, wong utang mbayar, utang nyawa bayar nyawa, utang wirang nyaur wirang”
(Selambat-lambatnya kelak menjelang tutup “sinungkalan dewa wolu, ngasto manggalaning ratu”, akan ada dewa tampil berbadan manusia, berparas seperti Bathara Kresna berwatak seperti Baladewa, bersenjatakan trisula wedha, tanda datangnya perubahan zaman, orang pinjam mengembalikan, orang berhutang membayar, hutang nyawa bayar nyawa, hutang malu dibayar malu)
Bait 160
“Sadurunge ana tetenger lintang kemukus lawa ngalu-alu tumanja ana kidul wetan bener lawase pitung bengi, perak esuk bener ilange Bathara Surya njumedhul …… iku tandane putra Bathara Indra wus katon tumeka ing arcapada …. “
(Sebelumnya ada pertanda Lintang Kemukus panjang sekali tepat di arah Selatan menuju Timur lamanya tujuh malam, hilangnya menjelang pagi sekali bersama munculnya Batara Surya bebarengan dengan hilangnya kesengsaraan manusia yang berlarut-karut)
Bait 161
“Dununge ana sikile redi Lawu sisih Wetan, Wetane bengawan banyu, andhedukuh pindha Raden Gatotkaca, arupa pagupon Dara tundha tiga, kaya manungsa angleledha”.
(Asalnya dari kaki Gunung Lawu sebelah Timur, sebelah Timurnya bengawan, berumah seperti Raden Gatutkaca, berupa rumah merpati susun tiga, seperti manusia yang menggoda)
Memahami bait 159 s/d 161 dapat kita cermati sinungkalan dewa wolu (8), ngasta (2) manggalaning (9) ratu (1) mungkin maksudnya tahun Jawa 1928 atau 2006 Masehi (dalam perkiraan yang tepat 2008) akan dewa tampil berbadan manusia berparas seperti Bhatara Kresna berwatak bagaikan Baladewa bersenjata Trisula Wedha, adalah tanda-tanda datangnya perubahan zaman, orang pinjam harus mengembalikan orang berhutang wajib membayar.
Prediksi saya tahun 2008 telah hadir ngejawantah di bumi nusantara berupa senjata Trisula Wedha

4. Ciri-Ciri Sang Raja sekaligus Waliullah :
1. Mempunyai tahi lalat ( “sanalika iku wong Jawa akeh kang tesmak bathok, senajan mlorok ora ndelok, andheng-andheng dingklik”)
2. Berparas seperti Bhatara Kresna berwatak bagaikan Baladewa bersenjata Trisula Wedha (bener, jejeg/lurus, jujur).
3. Mempunyai rumah berlantai tiga (“Dununge ana sikile redi Lawu sisih Wetan, Wetane bengawan banyu, andhedukuh pindha Raden Gatotkaca, arupa pagupon Dara tundha tiga, kaya manungsa angleledha”. (Asalnya dari kaki Gunung Lawu sebelah Timur, sebelah Timurnya bengawan, berumah seperti Raden Gatutkaca, berupa rumah merpati susun tiga, seperti manusia yang menggoda)).
4. Diiringi 2 bocah kembar (kitab Musarar Jayabaya menyebutnya sebagai diiringi Sabdopalon & Noyogenggong atau 2 (dua) bocah kembar yang lahir di bawah pohon cemara).

Posted by:
https://www.facebook.com/groups/432361356822147/permalink/705532459505034/

PESAN BAPAK UNTUK ANAKNYA DI FACEBOOK



Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.
Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya.
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.
Diapun mulai membaca isinya:
“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.
Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !
Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.
Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.
Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.
Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.
Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.
Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.
Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.
Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.
Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.
Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?
Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.
Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.
Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.
Bapak tidak minta banyak…
Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.
Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.
Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”
Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira...................
Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.....

Posted by:
https://www.facebook.com/groups/432361356822147/permalink/699889656735981/

Kamis, 22 Mei 2014

Kajian di Cabang 2014

Tanggal Kajian
Download Via
Download Via

Download Via


07 Desember 2013
TAKERAN
Go To Link
Download Now
Link Download
21 Desember 2013
BANYUWANGI-JEMBER
Go To Link
Download Now
Link Download
11 Januari 2014
CARUBAN
Go To Link
Download Now
Link Download
25 Januari 2014
BLITAR
Go To Link
Download Now
Link Download
08 Februari 2014
PASURUAN-SURABAYA
Go To Link
Download Now
Link Download
15 Februari 2014
BEKASI
Go To Link
Download Now
Link Download
01 Maret 2014
KEDIRI
Link Download
22 Maret 2014
LAHAT
Link Download
05 April 2014
YOGYAKARTA
Go To Link
Download Now
Link Download
26 April 2014
TULUNGAGUNG
Go To Link
Download Now
Link Download
10 Mei 2014
BANDUNG
Link Download
24 Mei 2014
MALANG
Link Download
31 Mei 2014
TAKERAN
Go To Link
Download NowLink Download
14 Juni 2014
BAHUGA-LAMPUNG
Go To Link
Download NowLink Download

Kamis, 30 Januari 2014

Mengubah file AMR ke MP3


Untuk mengubah/ konversi FLV/ MP4/ 3GP/ MPG/ AVI/ WMV/ SWF/ MP3/ WMA/ AMR/ OGG/ AAC/ WAV, kita dapat menggunakan aplikasi Format Factory. Bagi yang belum memiliki aplikasi tersebut, silahkan download disini (via 4shared) atau disini (via dropbox)
Setelah selesai meng-install aplikasi tersebut, maka ikutilah langkah-langkah berikut ini:
  1. Buka aplikasi format factory. Misalkan kita akan konversi file AMR ke MP3, maka pilih tombol All to MP3. (Klik pada gambar untuk memperbesar)


  1. Pilih Add File
 


  1. Pilih file yang akan di convert. Misalnya 28 Jan 2012 (mlm ahad pahing).amr.Kemudian klik Open.  


  1. Pilih Ok.


  1. Klik pada tulisan “Click to Start”
 


  1. Untuk melihat hasil konversi, klik kanan pada file yang ada dalam list, kemudian pilih open output folder.

Rabu, 29 Januari 2014

Cara Download via 4shared


  1. Klik link download yang terdapat di artikel. (Klik pada gambar untuk memperbesar)

  1. Akan terbuka tab (halaman) baru “4shared”. Kemudian klik “Unduh”

  1. Akan terbuka halaman baru seperti pada ilustrasi gambar di bawah ini. Untuk mengunduh gratis, klik “Unduh Gratis”.


  1. Setelah itu akan muncul tulisan seperti pada gambar di bawah ini. Download dengan akun jejaring social yang Anda miliki.
    # Jika Anda memiliki akun 4shared, klik “LOGIN”


Kamis, 02 Januari 2014

Pengingat

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsPTgv_15u3_KNNtFuwyBwjljNG4RCOEJPGwyxv2WUbc5m2nbp3N19_sRF2rdVNeA9M7oV8f-C0Lk9XvncKBllFi-0eFrdMCAUvaOG0z7YlVtHarKOR1mzfWb8ZHZglxxhPLnV2_E0HP41/s1600/demi+masa.jpg
  1. Batas umur itu sudah ditentukan oleh-Nya, baik yg melalui pertanda dahulu (sakit berat yg lama, kecelakaan, sakit ringan) ataupun tanpa pertanda lebih dahulu.  
  2. Pastikan sehat tidaknya makanan minuman yg kita konsumsi tiap hari. Pengalaman membuktikan bahwa ketika meminum minuman kemasan maupun yg peningkat stamina (extra joss, kratingdeng, jas-jus, marimas, dlsb) yg relatif rutin, kebanyakan mereka terkena ginjalnya. Yg pada akhirnya kena gagal ginjal. (ada yg ginjalnya mengering, membusuk, dsb, akibat kurang air dan diporsir kerja berat memfilter minuman yg banyak mengandung bahan kimia).  
  3. Perlu menjaga kesehatan tubuh dengan meminum air putih sebanyak2nya tiap hari, demi menunjang kesehatan ginjal. Ingat batasan minum air putih yg minimal 3 lt.  
  4. Perlu menjaga kesehatan tubuh dengan rutin berolah raga, ataupun beraktifitas cukup yg mampu mengeluarkan keringat. Sebab dg berolah raga/ aktifitas yg teratur, menjadikan tubuh segar, sehat, dg sendirinya meningkatkan daya tahan tubuh. 
  5. Berdoa agar diberi umur panjang, agar dapat membuat lakon pitukon yg sebanyak-banyaknya, berbuat amar ma'ruf nahi mungkar, menabung amal kebaikan sebanyaknya, yg pada ujungnya demi hari akhir kita sendiri2