Sabtu, 28 Desember 2013

Tanaman - Murid

Ketika tanaman yg sudah ditanam dan mulai tumbuh beberapa daun (ngilmu), terhempas angin kencang dan hujan deras,,, bahkan tergenang air,,,,,,,(ujian,,, cobaan)
Sebagian mati,,,, sebagian hampir mati,,,,, sedikit yg masih bertahan,,,,,,(ada yg menyerah krna takut akan besar nya ujian,,,, ada yg dlm keraguan tentang ilmu,, antara iya dan tdk,,,,, ada yg masi dikehendaki tegar)
Apa harus menyalahkan angin serta hujan sbg cobaan?
Disini bukan brati gagal dlm berusaha Nderek Dawuh Guru akibat ujian,,, cobaan dr luar,,,,,,
tp bagaimana merawat yg masih bs diselamatkan serta mencoba kembali meski harus dr nol.....(nggraito,,,,nuduh marang awak e,,,, apese,,, kurang tememene,,, kurang lakon,, kurang pitukon)
Coba saja jika mau rodok kangelan membuat tadah hujan diatas nya,,,,,, mungkin air deras tdk lgsung mengenai tanaman.....(muncul usaha yg lebih kuat)
Perlu perlindungan agar air hujan yg deras tdk lgsung mengenai tanaman yg masih rawan trhdap cuaca luar (mujahadah,,, ilik pinilikan,,, kifarat)
Agar bs sesuai dg Cita2 Guru,,,,,,,
Terus memperbaiki cara2 bertanam yg baik (akhlak)
Nambai lakon pitukon,,,,,, untuk penyiraman,,,, untuk pupuk,,,, agar tanaman subur dan tumbuh dg baik,,,,,,

Tambahan:
Tanahnya perlu dikelola se-sesuai mungkin dengan kondisi cuaca dan tanaman (jika bawang merah musim hujan ya dibuatkan parit yg dalam,dst) sehingga akar tanaman tetap dpt nyerap kesuburan tanah. Tanah yg subur itu didapat melalui rasa syukur, sdg tanah yg tdk subur (tdk ada rasa syukur) membuat tanman tdk tumbuh segar dan kokoh. syukur dimaukan nyuwun ngilmu, dimaukan mujahadah, dimaukan guyub dst. Jadi syukurnya dikuatkan.